BANDUNG – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H, KOPERASI KENCANA MADANI INVESTAMA  melakukan Kegiatan Kurban tahun ini yang tetap dilaksanakan di Kelurahan Jatisari Buahbatu Bandung. Sebagai domisili kelurahannya dari kantor Sekretariat & Operasional nya KKMI, Kegiatan Idul Adha tahun 2017 ini  dikemas dalam acara “Merajut Tali Asih Bersama KOPERASI KENCANA MADANI INVESTAMA ( KKMI )” Kegiatan dihadiri oleh Team Manajemen KKMI, Lurah Jatisari Buahbatu, KAMTIBMAS (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) juga Beberapa aparatur setempat, dan warga sekitar.

IMG-20170901-WA0022-min

Hakikat Qurban Maulana Jalaluddin Rumi

Idul Qurban berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, Ied dan Qurban. “Ied” dari kata ‘aadaya’uudu, bermakna ‘kembali’. Qurban, dari kata qaraba-yaqrabu, bermakna ‘mendekat’. ‘Qarib’ adalah ‘dekat’, dan ‘Al-Muqarrabuun’ adalah ‘(hamba) yang didekatkan’. Idul Qurban kemudian bisa kita maknai sebagai sebuah hari dimana kita berupaya kembali pada hakikat kemanusiaan kita yang mendambakan dekat dengan yang Maha Rahim. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mendekat kepada-Nya (taqarrub Ilallah), seorang penyair sufi Maulana Jalaluddin Rumi menyebut, sebanyak helaan nafas manusia.

2140419

Bagi orang yang bertasawuf, qurban tidak saja bermakna memotong seekor kambing atau sapi  yang terbaik, melainkan lebih jauh dari itu, yakni mengurbankan kecintaan kepada selain Allah SWT, khususnya kecintaan terhadap sesuatu yang mendominasi ruang hati ini, agar tauhid menjadi bersih, agar Allah mengaruniai makna dari ‘Ahadiyah’ secara hakiki. Sebagaimana kisah Nabiyullah Ibrahim,as., yang begitu lama mendambakan seorang putra dan dengan khusyu melantunkan doa-doa. Setelah dikaruniai seorang putra yang bernama Ismail, membuat hatinya berpaling, yang tadinya hanya terisi Allah SWT mulai berbagi, oleh karenanya Allah memerintahkan menyembelih putra tersayang ini, agar hatinya kembali murni, hanya mencintai Allah SWT saja. Nah, orang-orang yang mengikuti hakikat kisah ini, dengan jalan memerangi hawa nafsunya (mujahadah) pada setiap kesempatan, dalam istilah tasawuf disebut mutashowif. Oleh karenanya tidaklah berlebihan jika hari ini dapat juga dikatakan sebagai hari raya-nya para muthasowif.

Nama lain Idul Qurban, adalah Idul Adha. Adha memiliki makna penyembelihan. Harus ada yang kita sembelih pada hari ini. Bukan persoalan apa kita memiliki harta atau tidak untuk menyembelih. Kita yang termasuk belum memiliki kemampuan untuk menyembelih hewan qurban, sesungguhnya telah diberi kemampuan untuk melakukan prosesi penyembelihan lain, menyembelih ‘kambing’, ‘sapi’, maupun ‘hewan ternak’ lain yang beranak pinak dalam diri kita. Hewan ternak sesungguhnya tamsil dari dominasi hawa nafsu dan syahwat kita. Tamsil segala kesesatan dan keburukan; kebodohan, kedengkian, ketakaburan, buruk sangka, penghianatan, kemalasan, kecintaan pada hal-hal material dan aspek lainnya yang harus kita sembelih dari diri kita. Allah SWT menyebut orang-orang yang buta hati, akal dan pikirannya lebih sesat dari hewan ternak.